MENGAPA BERBUKA PUASA HARUS DENGAN KURMA
Saat berbuka puasa adalah waktu yang tepat untuk tubuh mensuplai asupan makanan akibat cadangan energi tubuh yang jauh berkurang. Nabi Muhammad SAW memberi tuntunan untuk memakan buah kurma saat berbuka puasa.
Rentang waktu dalam beribadah puasa ramadhan dengan menghindari makanan dan minuan sekitar 12-16 jam. Waktu ini sesuai dengan dua rentang masa asimilasi makanan dlam tubuh, yaitu fase penyerapan (absorpsi) selama 3-5 jam dan paska penyerapan (paska absoprsi). Proses asimilasi makanan terdiri dari fase membangun (anabolisme) dan fase mengahncurkan (katabolisme). Pada fase anabolisme (bersamaan dengan fase penyerapan) semua unsur makanan digunakan untuk membangun. Sedangkan fase katabolisme (bersamaan dengan paska penyerapan) unsur makanan dihancurkan melalui proses oksidasi untuk menghasilkan energi dalam bentuk panas, gerak dan cadangan energi.
Pada paska penyerapan (saat menjelang berbuka puasa) tingkat konsentrasi glukosa dan insulin dalam pembuluh darah kecil di portal hati mengalami penurunan. Selanjutnya akan mengurangi aktifitas dan fungsi glukosa pada sel otot dan saraf. Cadangan glukosa berupa gikogen dalam hatipun semuanya telah terurai dan nyaris habis.
Dalam Kondisi seperti ini untuk mendapatkan energi, jaringan dalam tubuh harus mengandalkan oksidasi asam lemak dan oksidasi glukosa yang diproduksi di dalam hati yang beaal dari asam amino dan gliserol. Oleh karena itu, asupan glukosa sesegera mungkin pada tubuh sangat bermanfaaat. Konsentrasi glukosa dalam pembuluh darah portal hati akan meningkat secara cepat. Dalam hal ini penggunaan kurma saat buka puasa seperi yang dituntunkan nabi uhammad SAW adalah langkah yang sanagat tepat. Kurma merupakan salah satu buah yang kaya gula glukosa. Buah kurma merupakan bahan nutrisi yang pali tepat untuk dikonsumsi saat kondisi seperti itu.
Kurma mengandung kadar glucida yang tinggi berkisar antara 75-85% dengan komposisi glukosa 55% dan fruktosa 45% ditambah dengan kandungan protein, lemak, beberapa vitamin (A,B2 dan B12) dan beerapa vitamin dan mineral penting lainya. Kandungan minral penting yang tekandung dalam kurma adalah kalsium, fofor, potassium, sulfat, sodium, magnesium, kobalt, seng, florin, tembaga, manganis dan sejumlah selulosa lainnya.
Kadar fruktosa yang tinggi dalam kuma akan terkonversi menjadi glukosa dalam kecepatan yang lua biasa dan langsungdapat terserap dengan mudah dalam saluran cerna. Keadaan ini menjadi langkah yang sangat dibutuhkan tubuh saat kekurangan akan energi terutama jaringan tubuh yang menjadikan glukosa sebagai pemasok utamaenergi seperti sel otak, saraf, sel darah merah, dan sel sumsum tulang belakang.
Sebaliknya saat berbuka menerima asupan makanan yang berprotein atau berlemak, bahan makanan ini tidak dapat langsung terurai dengan baik. Untuk terserap sempurna dibutuhkan waktu yang panjang untuk penguraian proses oksidasinya. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya kenaikkan asam amino di dalam tubuhakibat makanan yang miskin mengandung glucida yang mengakibatkan penurunan gula darah.
Dalam keadaan tertentu dimana kurma tidak tersedia harus diberikan makanan sejenis yang kaya mengandung fruktosa dan glukosa yang tinggi. Makanan dengan komposisi tersebut dapat dipilih jenis buah, makanan ringan atau makanan yang manis, tidak tinggi protein dan lemak. Buah yang mengandung kaya fruktosa adalah sawo, mangga, pepaya, apel dan sebagainya. Sedagkan minuman teh manis, madu, poding manis, bubur kampiun, koktail buah, dan jajanan lainnya yang manis dan mengandung gula.
Supported by
CLINIC FOR CHILDREN
Yudhasmara Foundation
JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010
phone : 62(021) 70081995 – 5703646
http://childrenclinic.wordpress.com/
Clinical and Editor in Chief :
WIDODO JUDARWANTO
email : judarwanto@gmail.com
Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.
Filed under: 00.topik terkini Tagged: | PUASA DAN KESEHATAN : MENGAPA BERBUKA PUASA HARUS DENGAN KURMA










